Senin, 16 Agustus 2010

Pengolahan Sampah menjadi PUPUK PADAT ORGANIK



PUPUK ORGANIK dari SAMPAH ORGANIK

    ECO-FRIENDLY PRODUCTS   


   
Kami memproduksi pupuk organik padat dan pupuk organik cair. Pemanfaatan sampah organik dan air lindi (air sampah) sebagai bahan baku pupuk organik ini dan menjadikan produk kami berwawasan eco-friendly products, serta menuju kepada Indonesia zero-waste.
Sampah organik dan air lindi yang merupakan sumber pencemar lingkungan telah kami olah menjadi pupuk organik padat dan cair yang mengandung unsur makro dan mikro yang dibutuhkan oleh tanah dan tanaman, dan telah terbukti dapat memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah, serta mampu membantu meningkatkan pertumbuhan, meningkatkan hasil produksi/panen, dan meningkatkan kualitas produksi/panen tanaman, serta memperpanjang umur tanaman.
Hasil riset kami di lapangan saat ini (kabupaten wonosobo dan Deing, kab, Banjarnegara) dengan aplikasi langsung pada lahan petani (yang biasanya menggunakan pupuk kimia) telah menunjukkan peningkatan produksi/panen dan kualitas produksi/panen (dengan luasan sama dan lahan milik petani yang sama).
Untuk tananman kobis biasanya hanya menghasilkan 4 ton kobis dengan menggunakan pupuk produk kami mampu menghasilkan 11 ton kobis.
Untuk tanaman kentang biasanya menghasilkan 30 keranjang dengan kualitas A hanya 10% setelah menggunakan pupuk produk kami mampu menghasilkan 50 keranjang dengan kualitas A 40%.
Untuk tanaman padi biasanya menghasilkan 7 ton/hektar dengan menggunakan pupuk produk kami menjadi 15 ton/hektar.
Untuk tanaman cabe merah keriting biasanya hanya 7x panen dalam periode 1x tanam dan menghasilkan 0,5 kg/batang/panen (untuk panen ke 4 dan ke 5), setelah pemakaian pupuk produk kami mampu panen hingga 14x panen dalam periode 1x penanaman dan menghasilkan 0,9 kg/batang/panen (untuk panen ke 5,6,7,8,9).

I.       LATAR BELAKANG

Unsur hara merupakan salah satu factor yang menunjang pertumbuhan dan perkembangan tanaman yang optimal. Dampak dari penggunaan pupuk anorganik menghasilkan peningkatan produkstivitas tanaman. Namun penggunaan pupuk anorganik dalam jangka yang relative lama umumnya berakibat buruk pada kondisi tanah. Tanah menjadi cepat mengeras, kurang mampu menyimpan air dan cepat menjadi asam yang pada akhirnya akan menurunkan produktivitas tanaman.
Pupuk organik umumnya merupakan pupuk lengkap karena mengandung unsur makro dan mikro meskipun dalam jumlah sedikit .Penggunaan pupuk organik selama ini terbukti dapat mengatasi permasalahan yang ditimbulkan oleh pupuk anorganik.
Pupuk organik ini, yang diolah dari bahan baku sampah organik yang diproses secara fermentasi dengan suhu, kelembapan, dan udara dikontrol. Pupuk organik ini selain dapat memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah, juga mampu membantu meningkatkan pertumbuhan tanaman, produksi tanaman, serta meningkatkan kualitas produk tanaman.
Pemberian pupuk organik dapat menyebabkan terdorongnya atau terpacunya sel di ujung batang untuk segera mengadakan pembelahan dan perbesaran sel terutama di daerah meristematis. Pemberian pupuk organik yang mengandung unsur N, P, K, Mg dan Ca akan menyebabkan terpacunya sintesis dam pembelahan dinding sel secara antiklinal sehingga akan mempercepat pertambahan tinggi tanaman.
Adanya perbedaan laju pertumbuhan dan aktivitas jaringan meristematis yang tidak sama, akan menyebabkan perbedaan laju pembentukan yang tidak sama pada organ yang terbentuk. Selain itu pemberian pupuk organik  yang lengkap kandungan haranya, akan menyebabkan laju pertumbuhan yang sintesisis yang berbeda. Pupuk organik selain mengandung nitrogen yang menyusun dari semua protein, asam nukleat dan klorofil juga mengandung unsur hara mikro antara lain unsur Mn, Zn, Fe, S, B, Ca dan Mg. Unsur hara mikro tersebut berperan sebagai katalisator dalam proses sintesis protein dan pembentukan klorofil. Protein merupakan penyusun utama protoplasma yang berfungsi sebagai pusat proses metabolisme dalam tanaman yang selanjutnya akan memacu pembelahan dan pemanjangan sel. Unsur hara nitrogen dan unsur hara mikro tersebut berperan sebagai penyusun klorofil sehingga meningkatkan aktivitas fotosintesis tersebut akan menghasilkan fotosintat yang mengakibatkan perkembangan pada jaringan meristematis daun.
Pupuk organik mengandung unsur kalium yang berperan penting dalam setiap proses metabolisme tanaman, yaitu dalam sintesis asam amino dan protein dari ion-ion ammonium serta berperan dalam memelihara tekanan turgor dengan baik sehingga memungkinkan lancarnya proses-proses metabolisme dan menjamin kesinambungan pemanjangan sel.
Unsur Fosfor berperan dalam menyimpan dan memindahkan energi untuk sintesis karbohidrat, protein, dan proses fotosintesis. Senyawa-senyawa hasil fotosintesis disimpan dalam bentuk senyawa organik yang kemudian dibebaskan dalam bentuk ATP untuk pertumbuhan tanaman. Asam humat dan asam fulfat serta zat pengatur tumbuh yang terkandung dalam pupuk organik akan mendukung dan mempercepat pertumbuhan tanaman. Nitrogen yang terkandung dalam pupuk organik berperan sebagai penyusun protein sedangkan fosfor dan kalsium berperan dalam memacu pembelahan jaringan meristem dan merangsang pertumbuhan akar dan perkembangan daun yang akibatnya tingkat absorbsi unsur hara dan air oleh tanaman sampai batas optimumnya yang akan digunakan untuk pembelahan, perpanjangan dan diferensiasi sel. Kalium mengatur kegiatan membuka dan menutupnya stomata. Pengaturan stomata yang optimal akan mengendalikan transpirasi tanaman dan meningkatkan reduksi karbondioksida yang akan diubah menjadi karbohidrat. Unsur hara nitrogen, fosfor dan kalium serta unsur mikro yang terkandung dalam pupuk organik akan meningkatkan aktivitas fotosintesis tumbuhan sehingga meningkatkan karbohidrat yang dihasilkan sebagai cadangan makanan.
Fotosintesis yang berlangsung tergantung pada absorbsi karbondioksida yang dipengaruhi oleh membuka dan menutupnya stomata. Pembukaan stomata akan meningkat dengan meningkatnya konsentrasi ion K dalam sel-sel penjaga dan ini berarti akan meningkatkan absorpsi karbondioksida oleh daun yang akan diubah menjadi karbohidrat. Adanya kalium yang cukup akan meningkatkan pertumbuhan akar yang akan mempengaruhi absorpsi air sehingga terjadi penigkatan kandungan air. Kalium terlibat dalam mengaktifkan ensim yang berperan dalam proses metabolisme karbohidrat, lemak dan protein.
Pupuk organik padat dengan bahan baku sampah organik yang diproses dengan sistem fermentasi dengan kontrol kelembapan, suhu, dan udara selama proses. Kelembapan, suhu, dan udara dikontrol dengan pengontrolan asupan udara oleh blower pada banker pengomposan. Pada proses awal fermentasi kadar air berkisar antara 65%-70%, dan pada proses pengemasan (siap edar) kadar air berkisar ± 30%.
Pupuk organik cair dengan bahan baku air lindi (air sampah) yang diproses dengan sistem aerasi dan enzimatis.

II.    HARGA PUPUK ORGANIK


  • Pupuk organik padat               Rp. 1200/kg (kemasan 40 kg)

  • Pupuk organik cair                  Rp. 24.000/liter (kemasan 1 liter & Rp. 20.000/liter (kemasan 5 liter)

Catatan:
  • Harga di atas berlaku selama pemesana tahun 2010 dan untuk pelayanan di wilayah JAWA TENGAH, YOGYAKARTA, dan JAWA TIMUR.
  • Minimal pemesanan 10 ton untuk pupuk padat atau 500 liter untuk pupuk cair.
  • Untuk pelayanan di luar wilayah tersebut di atas (untuk seluruh Indonesia), harga dapat disesuaikan dengan biaya pengiriman.
  • Kontak Person:          
Paulin, S.ST                (081 331 539 937)
Email: paulin_na@yahoo.com

III. PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK

Penggunaan pupuk organik padat dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman, dan jika dipadukan dengan penggunaan pupuk organik cair sebagai tambahan asupan nutrisi tananman akan memaksimalkan peningkatan pertumbuhan tanaman.
Penggunaan pupuk organik padat.
  • Digunakan pada waktu penanaman.
  • Pemakaian 5 ton untuk lahan 1 hektar dengan kondisi tanah kritis, disesuaikan dengan kondosi tanah (semakin baik kondisinya pemakaian pupuk dapat dikurangi).
Penggunaan pupuk organik cair.
  • Untuk tanaman padi, jagung, kedelai, cantel, dan sejenisnya
    • Digunakan pada waktu pertumbuhan tanaman sebanyak 2x penyiraman (penyiraman tanaman pada umur tanaman 25 hari dan umur 45 hari)
    • Pemakaian 10 liter (dicampur air dengan perbandingan 10 liter pupuk dicampur dengan 400 liter air) untuk 1 hektar lahan.
  • Untuk tanaman daun sayur (bawang daun, brokoli, kobis, selada, seledri, bayam, kangkung, petsai, sawi, dan sejenisnya)
    • Digunakan pada waktu pertumbuhan tanaman sebanyak 2x penyiraman (penyiraman tanaman pada umur tanaman 15 hari dan umur 30 hari)
    • Pemakaian 10 liter (dicampur air dengan perbandingan 10 liter pupuk dicampur dengan 400 liter air) untuk 1 hektar lahan.
  • Untuk tanaman umbi-umbian (kentang, bawang merah/putih, wortel, ubi rambat, singkong, ginseng, lobak, jahe, temu lawak, dan sejenisnya)
    • Digunakan pada waktu pertumbuhan tanaman sebanyak 1x penyiraman (penyiraman tanaman pada umur tanaman umur 45 hari)
    • Pemakaian 20 liter (dicampur air dengan perbandingan 20 liter pupuk dicampur dengan 800 liter air) untuk 1 hektar lahan.
  • Untuk tanaman buah sayur (cabe, tomat, paprika, buncis, terong, timun, semangka, melon, pare, labu siam, dan sejenisnya)
    • Digunakan pada waktu pertumbuhan tanaman sebanyak 2x penyiraman (penyiraman tanaman pada umur tanaman 25 hari dan umur 50 hari)
    • Pemakaian 10 liter (dicampur air dengan perbandingan 10 liter pupuk dicampur dengan 400 liter air) untuk 1 hektar lahan.
  • Untuk tanaman kakao, kopi, sawit, dan tanaman keras
    • Digunakan pada waktu pertumbuhan tanaman (biasanya umur tanaman 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, terus berulang setiap periode 3 bulan) dapat disesuaikan dengan kondisi tanaman.
    • Pemakaian 20 liter (dicampur air dengan perbandingan 20 liter pupuk dicanpur dengan 800 liter air) untuk 1 hektar lahan